Pertanyaan nya; Apa yang sudah kau gadaikan untuk akhirat mu?



 Berjalan menyusuri kota Kairo, langkahku terhenti ketika melewati satu ruko kecil menatap banner tua bertuliskan “مائدة الرحمٰن طول العام مجانا “ yang artinya “Hidangan dari yang Maha pengasih Gratis sepanjang tahun “ . kau tahu ini pertama kalinya aku melihat hal paling gila selama aku berkelana di negri Musa ini. 


     sumber : galeri pribadi penulis @fadhillah.sr

  Masuk dan menyapa kakek tua yang duduk sembari menulis kurasa dia sedang mendata. “Assalamualaikum ya hajj (panggilan untuk orang tua di mesir) “ dia menjawab lalu mempersilahkan aku untuk masuk “Tfaddholi ya binti” tak ku sangka dia langsung memberi satu kotak makanan (maidah) . 

 Ada rasa penasaran yang amat besar tak segan aku langsung bertanya siapa pendiri pembagian maidah ini . Beliau terhenti dari tulisan nya dan bertanya kembali padaku “Ada apa gerangan kau bertanya seperti itu?” . “Aku tidak pernah melihat pembagian maidah sepanjang tahun disini , ini kali pertamaku sepanjang aku tinggal disini” . “ nikmati dulu makanan mu nanti akan kusuguhkan teh jika kau penasaran “ 

 Karena merasa malu untuk makan disana aku langsung memberi makanan itu ke petugas pembersih jalan dan sempat aku foto banner di depan ruko itu lalu aku kembali. 


     sumber : galeri pribadi penulis @fadhillah.sr

Kakek tua itu langsung memanggil ku dan berkata “kau tidak perlu tau siapa pendiri dan donatur maidah ini beliau tidak mau namanya di dengar di bumi cukup doakan saja agar Allah memberi kita rezeki yang halal “ aku terpukul mendengar nya. lalu kakek melanjutkan “ Donatur berharap kelak di akhirat akan ada yang bersaksi bahwa ada yang mengisi perut perut yang lapar sepanjang waktu, ada yang memberi makan keluarganya dengan rezeki  makanan halal maka itu sudah cukup untuk nya “


     sumber : galeri pribadi penulis @fadhillah.sr


 Kakek kemudian bertanya padaku “Apa yang kita gadaikan untuk Akhirat nanti?” Aku jawab “kelak aku mau jadi orang kaya yang bisa membantu banyak orang “ lalu beliau tertawa kecil dan mengatakan “ Masa muda mu untuk menuntut ilmu,menjalankan syariat , dan berbuat baik itu sudah cukup . tak perlu menjadi kaya untuk beramal sholih. karena semua ibadah bisa kau lakukan tanpa mengeluarkan biaya. Masa lajang mu yang kau habiskan bersama teman baik mu, menikmati indah nya senja bersama sambil mengobrol menikmati teh itu sudah cukup kau menjalankan fitrah mu dengan baik , menjaga kehormatan dirimu dengan mulia itu cukup untuk mu nak” 

 Mendengar itu aku merasa inilah nikmatnya hidup di Mesir. kau bisa mencari ilmu dari siapa saja dari mana saja . Di belahan dunia mana lagi kau bisa menemukan orang orang bijak seperti Nabi Musa dan Nabi Yusuf ini? Aku menjawab kepada kakek “terimakasih untuk nasihat yang berkesan doakan aku bisa meneruskan pembagian maidah ini nanti” beliau tersenyum simpul dan berkata “Semoga Allah menjaga mu wahai anak ku “ . 

Komentar